Tenjo|Berisikbogor.com – Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Tenjo menyoroti sekaligus mempersoalkan belum adanya kejelasan status Stadion Mini Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, yang hingga kini masih dalam kondisi tersegel dan belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sejumlah pengurus PK KNPI Tenjo mendatangi langsung Stadion Mini Kecamatan Tenjo untuk melihat kondisi fasilitas olahraga tersebut. Kedatangan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus sikap kritis organisasi kepemudaan terhadap keberadaan fasilitas publik yang seharusnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Ketua PK KNPI Tenjo, Guntur Nazar Maulana, S.T., menegaskan bahwa pihaknya mempersoalkan ketidakjelasan status stadion yang dinilai berpotensi menghambat pengembangan olahraga dan pembinaan atlet muda di Kecamatan Tenjo.
“Kami mempersoalkan status Stadion Mini Kecamatan Tenjo yang sampai hari ini masih tersegel. Stadion ini seharusnya menjadi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan bakat, membangun prestasi, dan menyalurkan energi positif. Namun kenyataannya, fasilitas tersebut justru belum dapat dimanfaatkan. Lantas sampai kapan kondisi seperti ini akan terus dibiarkan?” tegas Guntur dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Terlebih, Kecamatan Tenjo saat ini tengah mengalami perkembangan wilayah yang cukup pesat, sehingga kebutuhan terhadap sarana publik semakin meningkat.
“Jangan sampai Tenjo hanya berkembang dari sisi pembangunan fisik dan investasi, sementara kebutuhan dasar masyarakat, termasuk fasilitas olahraga bagi generasi muda, justru terabaikan. Kita tidak boleh membiarkan pembangunan kehilangan orientasinya terhadap kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Guntur menilai bahwa persoalan stadion tersebut tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya kepastian penyelesaian. Ia mendorong pemerintah daerah bersama pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk membuka informasi secara transparan mengenai status, pengelolaan, dan langkah penyelesaian persoalan stadion.
“Jika terdapat persoalan administrasi, hukum, ataupun kewenangan pengelolaan, maka harus ada langkah penyelesaian yang jelas. Jangan sampai persoalan yang tidak kunjung selesai justru mengorbankan kepentingan masyarakat. Kami ingin ada kepastian, bukan sekadar janji atau pembiaran,” lanjutnya.
Lebih jauh, Guntur menegaskan bahwa momentum Sumpah Pemuda harus menjadi titik refleksi bagi seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya keberanian generasi muda dalam mengawal pembangunan daerah.
“Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, bukan hanya tentang mengenang perjuangan pemuda di masa lalu. Tetapi bagaimana pemuda hari ini memiliki keberanian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan masa depan daerahnya. Kami tidak ingin pemuda Tenjo hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan wilayahnya sendiri,” ungkapnya.
KNPI Tenjo juga menekankan bahwa Stadion Mini Kecamatan Tenjo memiliki potensi besar sebagai pusat pembinaan olahraga, penyelenggaraan kompetisi sepak bola, serta ruang interaksi sosial masyarakat.
Menurut Guntur, apabila fasilitas tersebut dapat difungsikan secara optimal, bukan tidak mungkin akan lahir atlet-atlet berprestasi dari Kecamatan Tenjo yang mampu bersaing di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.
“Stadion ini bukan sekadar bangunan dan lapangan sepak bola. Di dalamnya ada harapan, ada potensi, dan ada masa depan generasi muda Tenjo. Jangan sampai yang tersegel bukan hanya pintu stadionnya, tetapi juga kesempatan anak-anak muda Tenjo untuk berkembang dan berprestasi,” tegasnya.
Sebagai organisasi kepemudaan, PK KNPI Tenjo menyatakan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut serta mendorong adanya komunikasi dan langkah konkret dari pihak-pihak terkait.
“Kami tidak sedang mencari siapa yang harus disalahkan. Tetapi kami mempersoalkan mengapa fasilitas yang seharusnya menjadi aset penting bagi masyarakat belum juga dapat dimanfaatkan. Kami ingin persoalan ini mendapatkan perhatian serius dan penyelesaian yang nyata,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Guntur menegaskan bahwa KNPI Tenjo akan terus mengambil peran aktif dalam menyuarakan berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan generasi muda.
“Pemuda tidak boleh kehilangan keberanian untuk bersuara. Sebab kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak pembangunan yang berdiri, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakatnya. Jika hari ini kita diam terhadap persoalan yang ada, maka jangan berharap masa depan Tenjo akan berubah dengan sendirinya,” pungkasnya.
Melalui momentum Sumpah Pemuda ke-98, PK KNPI Tenjo berharap persoalan Stadion Mini Kecamatan Tenjo segera memperoleh kejelasan dan penyelesaian, sehingga fasilitas tersebut dapat difungsikan sebagaimana mestinya untuk mendukung pembinaan olahraga dan kemajuan generasi muda di Kecamatan Tenjo. (Red)














