Bogor|Berisikbogor.com – Revitalisasi Klinik Pratama RSB Tirta Pakuan BAZNAS Kota Bogor disorot Garuda KPP-RI Kota Bogor. Pekerjaan fisik yang sedang berlangsung dipertanyakan dari sisi transparansi proyek, legalitas bangunan, hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Sekretaris Umum Garuda KPP-RI Kota Bogor, Fathan Kamal Maulana, menyoroti tidak terlihatnya plang informasi proyek di lokasi. Menurut dia, informasi mengenai nilai dan sumber anggaran, pelaksana, jangka waktu, serta penanggung jawab pekerjaan penting bagi publik.
“Kalau informasi dasar proyek saja tidak tersedia, wajar publik mempertanyakan transparansinya,” ujar Fathan. Minggu, (23/8/2026).
Ia juga meminta BAZNAS Kota Bogor dan pelaksana menjelaskan kelengkapan legalitas pembangunan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta dokumen teknis dan administratif yang dipersyaratkan.
Selain itu, Fathan menyoroti penerapan K3 setelah melihat pekerja yang disebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara memadai.
“Keselamatan pekerja bukan formalitas. Standar K3 harus berjalan bersamaan dengan pekerjaan konstruksi,” katanya.
Garuda KPP-RI meminta keterbukaan mengenai nilai dan sumber anggaran, kontrak, pelaksana, legalitas bangunan, jadwal pekerjaan, serta penerapan K3. Mereka juga mendorong instansi berwenang melakukan verifikasi apabila ditemukan dugaan ketidaksesuaian.
“Kami tidak anti pembangunan. Yang kami minta pembangunan berjalan transparan, legal, profesional, dan aman,” ujar Fathan. (Red)










